
Dalam kegiatan Bina Persaudaraan tim pendamping SEKAMI tujuh paroki dalam kota Ruteng, Minggu, 8 Maret 2026, RD. Jean mempresentasikan materi tentang katekese untuk anak SEKAMI. Dalam paparannya, RD. Jean menegaskan bahwa katekese adalah suatu bentuk karya pewartaan kepada umat. Pihak yang mengemban tugas pewartaan bukan hanya kaum tertahbis, Frater, Bruder, dan Suster, melainkan tugas semua umat beriman karena penerimaan Sakramen Baptis.
Untuk mengisi liburan sekolah bulan Juni dan Juli mendatang, tim pendamping SEKAMI akan mengadakan sebuah acara akbar bernama Natas de Mori. Natas de Mori berasal dari kekayaan bahasa dan budaya Manggarai. "Natas" adalah halaman atau pusat kehidupan tempat keluarga berkumpul, sedangkan "Mori" merujuk pada Tuhan.
Paroki Katedral sebagai tuan rumah kegiatan Bina Persaudaraan Tim Pendamping SEKAMI 7 paroki dalam kota Ruteng mengundang RD. Beben Gaguk, Ketua Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng sebagai salah satu narasumber. Dalam paparannya, RD. Beben menegaskan kembali hakikat SEKAMI, motto SEKAMI yang dikembangkan semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian), keterlibatan remaja dalam kegiatan SEKAMI, dan upaya implementasi visi SEKAMI Keuskupan Ruteng.
Minggu, 08 Maret 2026, tim pendamping SEKAMI tujuh paroki dalam kota Ruteng, berkumpul di aula St. Yosef, Paroki Katedral. Kegiatan yang berlangsung dari jam 10.00 sampai jam 16.30 WITA dihadiri oleh 78 peserta. Ini merupakan momen perjumpaan di Tahun Sinode IV bagi para penggerak SEKAMI di 7 paroki.
Umat Paroki Katedral Ruteng yang ada di 117 KBG bersiap melaksanakan Katekese APP 2026 atau Katekese Sinode IV. Kegiatan pembekalan para fasilitator yang disertai simulasi katekese berlangsung lancar dan penuh semangat persaudaraan. Para fasilitator berkomitmen menggerakkan katekese ini agar semakin banyak umat terlibat.
Mewujudkan semangat solidaritas kepada orang – orang sakit yang mengambil inspirasi pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 tahun ini bahwa orang sakit adalah sesama yang mesti diperhatikan dan disayangi, SEKAMI Lumen Gratiae mengadakan kunjungan kepada orang sakit dalam wilayah paroki. Mereka mengajak semua orang untuk membangun sikap solider: memperhatikan orang sakit dengan penuh kasih.