Offline untuk Tuhan, Online untuk Dunia: Ratusan OMK Kevikepan Ruteng Siap Jadi 'Garam dan Terang' Digital

Suasana Rumah Retret Maria Bunda Karmel Wae Lengkas, Ruteng, tampak berbeda dari biasanya pada akhir pekan ini. Sebanyak 170 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Ruteng berkumpul dan melebur dalam kegiatan Weekend Sinodal yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (13–14 Juni 2026).

Suasana saat sesi pendalaman bersama yang diberikan oleh para pemateri pada acara Weekend Sinodal OMK Kevikepan Ruteng di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, 13 Juni 2026. (Foto: IST)

KATEDRALRUTENG.ORG - Kegiatan rohani ini dirancang sebagai ruang refleksi, formasi iman, sekaligus ajang konsolidasi persaudaraan bagi kaum muda di tengah dinamika zaman modern.

Hari Pertama: Dibekali Tiga Perspektif Tajam

Pada hari pertama, Sabtu (13/6), antusiasme peserta dibakar oleh kehadiran tiga narasumber yang mengupas tuntas realitas kehidupan, tantangan, dan panggilan luhur kaum muda katolik saat ini.

Sesi I: RD. Patrick Guru – "Offline untuk Tuhan, Online untuk Dunia: Menjadi OMK yang Berkarakter dan Berdampak". RD. Patrick menyoroti bagaimana gawai dan media sosial sering kali menyita perhatian kaum muda hingga melupakan relasi intim dengan Sang Pencipta. Beliau mengajak OMK untuk berani mengambil waktu "offline" (hening/berdoa) demi mengisi ulang energi rohani, sehingga ketika mereka kembali "online" di dunia nyata maupun digital, mereka mampu menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan membawa dampak positif bagi sesama.

Sesi II: Sr. Klaudia, P. Karm – "Kaum Muda Gaul". Dengan gaya yang interaktif, Sr. Klaudia membedah realitas "anak gaul" masa kini. Beliau menguraikan berbagai tantangan hidup yang dihadapi kaum muda, mulai dari krisis identitas, tekanan teman sebaya (peer pressure), hingga jebakan hedonisme. Suster Klaudia menekankan bahwa menjadi muda dan gaul tidak berarti harus kehilangan jati diri sebagai pengikut Kristus.

Sesi III: RD. Sonny Igar – Panggilan Misioner Kaum Muda. Sebagai penutup sesi hari pertama, Romo Sonny membakar semangat misioner para peserta. Terinspirasi dari kisah panggilan Nabi Yeremia, beliau mengingatkan OMK agar tidak minoritas atau merasa rendah diri karena usia yang muda. Seperti Yeremia yang diutus Allah, OMK masa kini juga dipanggil untuk menjadi pewarta kasih dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Keceriaan Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Ruteng dalam mengikuti kegiatan Weekend Sinodal OMK di Rumah Retret Wae Lengkas pada 13-14 Juni 2026

Malam Api Unggun: Menyalakan Komitmen Persaudaraan

Puncak acara pada hari pertama ditutup dengan momen reflektif yang syahdu di bawah langit malam Wae Lengkas. Seluruh peserta melingkari api unggun dalam upacara Komitmen Persaudaraan.

Di tengah kehangatan kobaran api, perwakilan OMK saling bergandengan tangan, mendoakan, dan memperbarui janji untuk berjalan bersama (sinodal) sebagai satu keluarga besar Kevikepan Ruteng. Suasana haru dan akrab menyelimuti malam itu, menegaskan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam memelihara iman.

"Kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, tetapi sebuah gerakan bersama agar OMK Kevikepan Ruteng tidak sekadar menjadi konsumen zaman, melainkan pencipta arah masa depan Gereja yang berakar pada Kristus”, tegas Vinny, salah seorang anggota panitia dalam kegiatan weekend sinodal. 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT