
Paroki Katedral sebagai tuan rumah kegiatan Bina Persaudaraan Tim Pendamping SEKAMI 7 paroki dalam kota Ruteng mengundang RD. Beben Gaguk, Ketua Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng sebagai salah satu narasumber. Dalam paparannya, RD. Beben menegaskan kembali hakikat SEKAMI, motto SEKAMI yang dikembangkan semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian), keterlibatan remaja dalam kegiatan SEKAMI, dan upaya implementasi visi SEKAMI Keuskupan Ruteng.
Ketua Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng RD Beben Gaguk saat memnyampaikan materinya dihadapan Tim pendamping SEKAMI 7 paroki Kota Ruteng, Minggu, 8 Maret 2026 di Aula St. Yosep Katedral Ruteng.
KATEDRALRUTENG.ORG
- Satu poin menarik dari RD. Beben yang menjadi bahan refleksi tim pendamping SEKAMI
ialah keterlibatan remaja dalam kegiatan pembinaan anak SEKAMI. Dahulu dikenal
istilah SEKAR (SEKAMI Remaja). Namun, tidak ada bahan dan aktivitas yang sesuai
dengan kebutuhan remaja. Sekarang, remaja terlibat dalam organisasi Putra-Putri
Altar (PPA). Praktik yang sering terjadi selama ini ialah PPA memisahkan diri
dari SEKAMI. Ini sebuah praktik yang keliru sebab PPA sesungguhnya adalah
bagian dari SEKAMI.
“Di
beberapa keuskupan, misalnya di Keuskupan Agung Ende, remaja yang terlibat
dalam SEKAMI disebut Jadi Pendamping Anak (JPA). Istilah JPA membuat mereka
merasa “bukan anak”, melainkan tim pendamping anak. Hal ini akan mendorong
mereka terlibat dalam kegiatan pendamping SEKAMI dengan menjadi animator
adik-adik saat bina iman mingguan,” kata RD. Beben.
RD.
Beben juga mengharapkan agar setiap paroki juga membuat kegiatan bina iman
remaja. “Materi pembinaannya disesuaikan dengan usia mereka ditambah kegiatan
pengembangan kelas bakat: public speaking, jurnalistik, menari, olahraga,
dekorasi, dan isu remaja (relasi sehat, reproduksi, dan pemberian peran dalam
mengelola kegiatan). Maka, program akbar Natas de Mori di Paroki
Katedral menjadi kesempatan untuk merekrut anak usia remaja yang mesti
didahului oleh kelas persiapan dan pelatihan kepanitiaan,” harap RD. Beben.
Peserta
Bina Persaudaraan juga diajak untuk memaknai kembali motto SEKAMI: Children
Helping Children, yang dikembangkan melalui semangat 2D2K (Doa,
Derma, Kurban dan Kesaksian). “Melalui Semangat 2D2K ini anak-anak diajarkan
untuk memiliki sikap dan relasi yang baik bersama Tuhan, menjunjung tinggi rasa
persaudaraan dan kepedulian kepada sesama, berkorban bagi orang lain baik
berupa waktu, tenaga dan pikiran, serta bersaksi melalui teladan hidup: kata
dan tindakan Kristiani yang inspiratif-advokatif,” tegas RD. Beben.
Pada
akhir presentase, RD. Beben menegaskan kembali visi SEKAMI Keuskupan Ruteng:
Anak dan remaja Katolik Keuskupan Ruteng yang bersatu dengan Kristus,
bertumbuh, berkarakter dan bertindak dalam iman Katolik, solider terhadap
sesama dan lingkungan serta misioner. Marianus, pendamping senior SEKAMI di
Paroki Katedral menyampaikan komitmen untuk mengimplementasikan visi SEKAMI
Keuskupan Ruteng.
“Sejauh
ini, kami sudah merancang dan melaksanakan kegiatan pastoral anak untuk
menjawabi visi SEKAMI Keuskupan Ruteng. Di Paroki Katedral, kami melakukan
kegiatan rutin binaan mingguan, dan juga terkait dengan kegiatan sinode. Kami
merayakan hari anak misoner, kunjungan tiga raja, kunjungan orang sakit, aksi
ekologis (bersih halaman Gereja), mencari dan menghias telur paskah, kegiatan lonto
leok OMK, PPA, dan SEKAMI, berdoa ke makam pada hari arwah, kunjungan ke gua
Maria pada bulan Mei dan Oktober,” tutur Marianus.