
Kelompok kategorial OMK, PPA, dan juga para pendamping SEKAMI Lumen Gratiae Paroki Katedral menyempurnakan perayaan Valentine dengan Misa. Mereka diajak untuk membangun komitmen persaudaraan dan berjalan bersama sesuai semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng.
Suasana saat perayaan Ekaristi Hari Valentine yang diikuti oleh OMK, PPA, dan pendamping SEKAMI Lumen Gratiae di Rumah Retret Wae Lengkas, 15 Fenruari 2026.
KATEDRALRUTENG.ORG
- OMK, PPA, dan tim pendamping SEKAMI Lumen Gratiae mengadakan Misa Valentine
di Kapela Maria Bunda Karmel, Wae Lengkas, Minggu, 15 Februari 2026. Setelah
berdinamika bersama dalam mengolah kehidupan rohani dan membangun komitmen
persaudaraan pada malam minggu, OMK, PPA, dan tim pendamping SEKAMI membawa
semua harapan kepada Tuhan yang dipersembahkan dalam perayaan Ekaristi.
“Misa
kami bertema Berjalan Bersama dalam Karya Pelayanan: Membina Persaudaraan dan
Membagi kasih. Melalui tema ini, ada kesadaran bahwa karya pastoral akan
terlaksana secara baik jika dikerjakan secara bersama-sama. Setiap umat mesti
meninggalkan ego pribadi demi tercapainya kebaikan bersama,” kata Else Poseng,
staf OMK Lumen Gratiae.
Dalam
homilinya, RD. Jean mengharapkan adanya komitmen untuk berjalan bersama dalam
melaksanakan semua karya pastoral yang sudah menjadi kesepakatan bersama.
“Sudah dua kali kita mengadakan kegiatan bersama untuk organisasi OMK, PPA, dan
tim pendamping SEKAMI. Kita mau melepaskan ego sektoral kelompok kita masing-masing
dan bergandengan tangan untuk berjalan bersama dalam karya pelayanan untuk
Gereja. Bergandengan tangan untuk berjalan bersama adalah ungkapan persaudaraan
yang mesti terus dibina dalam kehidupan menggereja,” pesan RD. Jean.
RD.
Jean juga mengajak umat untuk memberi perhatian pada pelaksanaan sinode IV
Keuskupan Ruteng yang bertema: “Berjalan Bersama dalam Ziarah Pengharapan:
Beriman, Bersaudara, dan Misioner”. Kegiatan weekend sinodal menjadi salah satu
bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sinode IV Keuskupan Ruteng.
“Beriman
bukan hanya soal relasi dengan Tuhan, tetapi mesti terwujud dalam relasi dengan
sesama dalam semangat persaudaraan. Bahkan, Paus Fransiskus memperluas jalinan
relasi persaudaraan yang tidak hanya mencakup relasi sesama manusia, tetapi
juga relasi manusia dengan lingkungan hidup yang dia namakan sebagai
persekutuan universal. Kekuatan persaudaraan menjadi modal penting dalam karya
misioner atau karya perutusan, baik ke dalam Gereja maupun ke luar Gereja,”
jelas RD. Jean.
Nilda
Setiani, staf pembina SEKAMI mengungkapkan kebahagiaannya dapat merayakan
ekaristi valentine bersama OMK dan PPA. “Valentine tahun ini terkesan berbeda
dengan tahun sebelumnya. Tidak ada coklat dan bunga. Yang ada di Wae Lengkas
ialah hati yang bersuka cita dan saling bergandengan tangan sebagai saudara.
Semoga persaudaraan ini tetap terpelihara dan kegiatan bersama seperti ini
mesti terus diprogramkan,” kata Nilda Setiani.