
Pergelaran acara Natas de Mori sebagai pengisi waktu liburan bagi anak-anak sekolah telah menjadi trend menarik dan layak diteruskan menjadi program tetap di paroki Katedral Ruteng. Di tengah dunia yang berubah dengan aneka kemajuan, anak-anak diajak untuk menemukan kembali spiritualitas kristiani, melalui aneka kegiatan kreatif, interaksi sosial, dan bertualang.
Para Suster dari Kongregasi Putri-Puteri Karmel sedang menyapa anak-anak SEKAMI dalam acara Natas de Mori di Aula Santu Yosef kompleks Gereja Katedral Ruteng, Senin, 22 Juni 2026. (Foto: KOMSOS)
KATEDRALRUTENG.ORG - Di panggung acara Natas de Mori aneka pernak-pernik khas dunia anak-anak yang ceria begitu menarik perhatian. Ratusan balon yang menempel di langit-langit dan sebagiannya menghiasi lantai memberi kesan kerasan (betah) bagi lebih dari 400 anak SEKAMI yang mengikuti kegiatan ini selama 3 hari (22-24 Juni 2026) di Aula Santu Yosef, kompleks Gereja Katedral Ruteng. Panitia acara Natas de Mori menyulap aula ini menjadi 'Halaman Tuhan' yang indah dan menyenangkan.
Moderator SEKAMI Paroki Katedral Ruteng yang juga Ketua Panitia Natas de Mori, RD Jean Loustar Jewadut bersama para pendamping SEKAMI sedang berinteraksi dengan anak-anak SEKAMI dalam games menarik di alam terbuka pada acara Natas de Mori, Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: KOMSOS)
Ketua Pelaksana DPP Katedral Ruteng Simon Manggu, saat berbincang dengan media ini, mengatakan, acara Natas de Mori menjadi salah satu program yang ada di paroki Katedral untuk mendukung program Keuskupan Sayang Anak yang telah dilaunching saat Sidang Sinode IV Sesi III di Wae Lengkas. "Kami mendukung dan melihat hasil dari kegiatan ini sangat baik dan positif dalam membangun iman anak-anak," kata Simon, Kamis, 2 Juli 2026 di kompleks Gereja Katedral.
Suasana di dalam Aula Santu Yosef Paroki Katedral Ruteng saat acara Natas de Mori. Tampak RD Jean Loustar Jewadut sedang memandu anak-anak SEKAMI dalam suatu sesi kreatif yang diikuti dengan antusias oleh semua anak SEKAMI dari 7 paroki Kota. (Foto: KOMSOS)
Tiga hari pelaksanaan kegiatan Natas de Mori, ada banyak hal menarik dan berkesan yang dialami anak-anak SEKAMI Paroki Katedral Ruteng dan dari paroki-paroki sekota Ruteng, salah satu yang berkesan adalah pemandangan dua 'lidah api' elektrik berukuran cukup besar yang dipasang menghiasi panggung di Aula Santu Yosef. "Apinya bagus. Itu yang salah satu kami senang lihat di panggung,' ujar Princess Cherrysta, seorang anak SEKAMI.
Ratusan anak SEKAMI peserta acara Natas de Mori saat berada di Natas Labar, Ruteng. Di lokasi ini mereka bermain dengan gembira sambil bernyanyi dan bertualang lewat aneka games untuk menjalin persahabatan sebagai sesama anak-anak Tuhan dan mencintai lingkungan alam ciptaanNya. (Foto: KOMSOS)
Kehadiran api ini melambangkan semangat yang membara dalam pelayanan. Tak hanya 2 nyala api yang menghiasi panggung utama di Aula Santu Yosef, saat acara penutupan Natas de Mori yang digelar di pelataran parkir Gereja Katedral seusai misa penutupan, Rabu malam, 24 Juni 2026, sesi api unggun dan kembang api juga semakin menyemarakkan kebersamaan anak-anak SEKAMI.
Acara api unggun dan pelepasan kembang api pada Rabu malam, 24 Juni 2026 menandai berakhirnya acara Natas de Mori di pelataran parkir Gereja Katedral Ruteng. Lebih dari 400 anak bergembira sambil bernyanyi dan menari merayakan kebersamaan, persaudaraan, dan indahnya kasih Tuhan dalam hidup mereka. (Foto: CHERRY SEKAMI)
Ratusan anak SEKAMI serentak bersorak-sorai menyambut nyala api unggun dan pesta kembang api meriah yang menerangi langit malam di sekitar kompleks Gereja Katedral Ruteng. "Senang sekali bisa ikut. Kami punya banyak teman-teman baru dan banyak acaranya yang bagus-bagus. Kembang api dan api unggunnya juga bagus sekali. Kami semua bahagia. Paling menarik saat api unggun, kami semua nyanyi sambil jalan melingkari api unggun dan juga goyang Ja'i." kisah Chelsea, pendamping SEKAMI.
Pergelaran Natas de Mori sudah berakhir lebih dari sepekan, Namun, kenangan akan kesemarakan, kebersamaan dan sukacita acara itu terus menggema dalam ingatan dan hati sanubari ratusan anak SEKAMI yang mengikutinya. Dari 'Halaman Tuhan' di Paroki Katedral Ruteng, iman ratusan anak itu telah dinyalakan kembali dengan semangat pelayanan dan kegembiraan hidup yang terus mereka nyalakan di tengah keluarga, lingkungan paroki, sekolah, dan ke mana saja mereka pergi. Natas de Mori bagai api yang tak kunjung padam di hati anak-anak. [Jimmy Carvallo]