Natas de Mori 'Ruang Perjumpaan' Anak SEKAMI Merayakan Indahnya Kehidupan

Sebuah acara meriah yang menghimpun anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae dan SEKAMI dari paroki-paroki sekota Ruteng sukses diselenggarakan di Paroki Katedral Ruteng. Acara yang diadakan untuk mengisi waktu libur anak-anak ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk para orang tua.

Anak-anak SEKAMI Lumen Gratiae dan dari paroki Kota Ruteng sedang antusias mengikuti acara Natas de Mori di Aula Santu Yosef kompleks Gereja Katedral Ruteng, Senin, 27 Juni 2026.

KATEDRALRUTENG.ORG - Lebih dari 400 anak dari SEKAMI Lumen Gratiae dan anak-anak SEKAMI dari gugus paroki Kota Ruteng mengikuti kegiatan spektakuler yang diberi nama Natas de Mori. Dalam bahasa Manggarai istilah ini merujuk pada sebuh konsep 'Halaman Tuhan' yang dihadirkan sebagai ruang perjumpaan akbar bagi anak-anak SEKAMI. Selama tiga hari penuh, Senin, 22 - Rabu, 24 Juni 2026 mereka memadati Aula Santu Yosef, di kompleks Gereja Katedral Ruteng. 


Moderator SEKAMI Lumen Gratiae Paroki Katedral Ruteng yang juga Ketua Panitia Natas de Mori RD Jean Loustar Jewadut sedang bertanyajawab dengan anak-anak SEKAMI di panggung Natas de Mori saat acara ini digelar di Aula Santu Yosef, Selasa, 23 Juni 2026. (Foto : KOMSOS)

"Ini adalah semacam rumah bagi anak-anak untuk merayakan iman dengan cara yang paling alami bagi mereka, seperti dengan bermain, bernyanyi, bertualang dan menjalin persahabatan di bawah naungan kasih Tuhan. Pengalaman kasih yang pribadi itu membantu anak-anak merasakan secara nyata bahwa Yesus bukan sekedar tokoh dalam buku melainkan sahabat yang mengasihi mereka secara pribadi dalam setiap tawa dan gerak," ujar RD Jean Loustar Jewadut Ketua Panitia (Project Leader) Natas de Mori. 


Anak-anak SEKAMI tampak ceria bermain dan menghibur teman-teman lainnya di panggung acara Natas de Mori di Aula Santu Yosef Paroki Katedral Ruteng. Kegiatan ini menarik dan disukai anak-anak yang mengisi waktu liburan mereka sambil berjumpa dengan teman-teman lainnya dari paroki sekota Ruteng. (Foto: KOMSOS)

Kegiatan Natas de Mori didesain untuk mengisi waktu liburan sekolah anak-anak agar mereka memiliki dan mengembangkan interaksi sosial yang sehat, kreatif, dan spiritual di lingkungan Gereja. Selain itu, anak-anak SEKAMI juga diajak untuk mengalami Kasih Tuhan secara pribadi, semakin mencintai Kitab Suci, dan menanamkan kebanggaan pada identitas budaya lokal sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga. 


Ketua Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng RD Beben Gaguk sedang menyampaikan materinya dengan dialog menyenangkan bersama anak-anak SEKAMI yang mengikuti acara Natas de Mori pada hari pertama kegiatan, Senin, 22 Juni 2026 di Aula Santu Yosef kompleks Gereja Katedral Ruteng. (Foto: KOMSOS)

Selama tiga hari, anak-anak diajak untuk berpartisipasi aktif melalui sejumlah sesi kegiatan yang menarik, seperti pawai pembukaan Natas de Mori, Bible Quiz Ular Tangga Raksasa, Hamburger Ceria, Doa Taize - Pengampunan - dan Kasih (Agape), Flashmob dan Nyanyian Alam, Amazing Race Natas de Mori, dan Malam Api Unggun dan Kembang Api. Sementara, panitia cara ini melibatkan sekitar 80 orang dari berbagai latar profesi yang mengisi seksi-seksi acara.


Rekreasi dengan cara bermain bersama sambil gembira riang di alam terbuka di halaman Gereja Katedral Ruteng menjadi bagian dari sesi acara hari kedua pergelaran Natas de Mori. Lebih dari 400 anak SEKAMI Lumen Gratiae dan SEKAMI paroki sekota Ruteng antusias mengikuti kegiatan ini. (Foto: KOMSOS

Peserta yang mengikuti kegiatan ini terbagi dalam 2 kelompok, yakni Kelompok Maria untuk siswa kelas I-III SD dan Kelompok Yusuf diisi oleh siswa kelas IV-VI SD. Menariknya lagi, kegiatan ini diadakan di 3 lokasi berbeda yakni Aula Santu Yosef, Natas Labar Motang Rua, dan di Gereja Katedral Ruteng. "Anak-anak semuanya antusias karna ini pertama kali acara semeriah ini diadakan oleh Paroki Katedral dan bertepatan dengan liburan sekolah, sehingga mereka bisa mengikuti dengan semangat dan bahagia," kata Else, anggota panitia Natas de Mori.


Ratusan anak SEKAMI sedang antusias mengikuti aneka permainan menarik dalam acara Natas de Mori di Aula Santu Yosef paroki Katedral Ruteng. Tampak mereka menggunakan 2 warna baju, yakni merah dan kuning yang menandakan bagian dari Kelompok Maria dan Kelompok Yusuf. (Foto: KOMSOS)

Natas de Mori menghadirkan sejumlah fasilitator yang tak asing bagi anak-anak, di antaranya RD Beben Gaguk Ketua Komisi Anak dan Remaja Keuskupan Ruteng yang aktif mengkampanyekan Keuskupan Ruteng Sayang Anak, ada juga para Suster dari Kongregasi Puteri Karmel (P. Karm), serta puluhan pendamping/pembina SEKAMI. Hari terakhir kegiatan ini ditutup dengan misa dan acara api unggun di pelataran parkir Gereja Katedral. (Ikuti laporan lainnya : Natas de Mori: Nyala Iman Anak SEKAMI yang Tak Kunjung Padam) [Jimmy Carvallo]

LINK TERKAIT