Prosesi Meriah Arca Bunda Maria Jadi Tradisi Tahunan Umat Paroki Katedral Ruteng

Umat paroki Katedral Ruteng memiliki tradisi yang terus dipertahankan ketika memasuki Bulan Mei atau yang dikenal sebagai Bulan Maria. Prosesi arca Bunda Maria yang dihantar ke setiap wilayah dan disambut dengan ritus adat Manggarai hingga merayakan Ekaristi bersama oleh semua umat KBG yang ada dalam wilayah telah menjadi wujud kecintaan mereka pada Sang Bunda.

Arca Bunda Maria saat disambut dengan meriah dan ritus adat oleh umat di Wilayah Samaria, Paroki Katedral Ruteng, Senin malam, 11 Mei 2026. (Foto: IST)

KATEDRALRUTENG.ORG - Umat Paroki Katedral Ruteng mengisi Bulan Maria (Bulan Mei) dengan kegiatan prosesi meriah arca Bunda Maria ke 16 Wilayah. Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang diwariskan dari generasi ke generasi di tengah umat. Prosesi meriah antar wilayah kali ini dibuka dengan Misa di Gereja Katedral Ruteng dipimpin Vikaris Parokial Katedral RD Patrick Dharsam Guru, Jumat sore, 1 Mei 2026.

Seusai misa dilaksanakan acara penyerahan arca Bunda Maria secara adat Manggarai (Kepok pelepasan) dari Pastor Paroki, DPP-DKP untuk selanjutnya diarak atau diprosesikan ke semua wilayah. Ribuan umat mengambil bagian dalam rangkaian acara prosesi tersebut. Memakai busana daerah dan baju berwarna putih sambil memegang ribuan lilin yang bernyala, umat Paroki Katedral antusias mengikuti prosesi sambil berjalan kaki.

Seperti yang terlihat saat arca Bunda Maria diterima oleh umat yang berada di Wilayah Samaria di Ngencung (batas paling timur wilayah Paroki Katedral) pada Senin malam, 11 Mei 2026. Ratusan umat menyambut Sang Bunda dengan ribuan cahaya lilin sambil berdoa Rosario diselingi lantunan lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria. 


Umat Wilayah Samaria dengan wajah gembira berfoto bersama seusai bergotong-royong membangun gapura yang dipasangkan gambar Bunda Maria dan disertai tulisan 'Selamat Datang Bunda Maria' sehari sebelum acara penerimaan arca Bunda Maria di wilayah tersebut. (Foto: IST)

Ketua Wilayah Samaria Celestinus Nabus, mengatakan, sekitar pukul 18.30 saat hari mulai malam, arca Bunda Maria tiba di tempat penjemputan di Jembatan Nekang yang menjadi lokasi perbatasan dengan wilayah Tabor. Saat tiba, arca yang diusung umat langsung diterima dengan ritus adat Curu oleh para pengurus wilayah dan 4 KBG dengan penutur adat yang diwakili oleh Hendrik Laus, seorang tokoh umat dan dilanjutkan dengan pengalungan selendang Songke.  

Di Wilayah Samaria terdapat 4 KBG, yakni KBG Santa Clara, KBG Santa Felisitas, KBG Santo Padre Pio, dan KBG Santu Mateus. Selanjutnya, arca Bunda Maria diarak menuju rumah salah seorang umat yang tinggal di KBG Santa Clara untuk ditahtakan. Di wilayah ini, arca akan ditahtakan sampai Jumat, 15 mei 2026. Pada Rabu,13 Mei akan ada perayaan Ekaristi bersama untuk semua umat dari 4 KBG.


Arca Bunda Maria yang diarak dalam sebuah prosesi meriah oleh ratusan umat Wilayah Samaria di Paroki Katedral Ruteng saat tiba di rumah umat KBG Santa Clara untuk ditahtakan dan menjadi tempat perjumpaan umat di wilayah ini selama beberapa hari untuk berdoa dan misa bersama. (Foto: IST)

"Setiap tahun kami bergilir atau membagi per-KBG untuk pentahtaan arca Bunda Maria, sehingga semua KBG mendapat giliran untuk menjadi pusat perjumpaan umat Wilayah Samaria untuk berdoa dan misa.  Umat sangat antusias, boleh dikatakan semua umat dari berbagai generasi hadir, baik lansia, orang tua, kaum muda sampai anak-anak dan membludak sejak prosesi penerimaan kemarin." kata Celestinus, saat ditemui Selasa, 12 Mei 2026 siang.

Ia menambahkan, dengan adanya prosesi arca Bunda Maria, sangat bagus untuk mendorong umat terus berdoa bersama-sama dan pribadi di tengah komunitas wilayah dan KBG. "Kami sangat senang dan bersyukur karna tahun ini kegiatan prosesi ini kembali dibuat dan umat sangat antusias. Kami juga membuat semacam gapura Selamat Datang kepada Bunda Maria di perbatasan wilayah tempat acara penerimaan dibuat," ujar Celestinus.* .

LINK TERKAIT