Ratusan Umat Mengikuti Misa Pengenangan Arwah Orang Beriman di TPU Karot

Perayaan Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman mengingatkan umat bahwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Dalam iman akan Kristus yang wafat dan bangkit, umat diajak untuk terus memelihara kasih, memperkuat doa, dan menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan. Juga untuk memperbarui iman kita sendiri: bahwa suatu saat nanti, kita semua berharap dipersatukan kembali dalam kebahagiaan abadi di rumah Bapa.

RD Patrick Dharsam Guru dan RD Charlie Krowa saat memimpin Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Orang Beriman di TPU Karot, Senin, 2 November 2026. (Foto: DOKPRI)

KATEDRALRUTENG.ORG - Mengenang orang yang telah meninggal tidak cukup hanya dengan membersihkan makam, meletakkan bunga, menyalakan lilin, atau menghadirkan kenangan. Hal yang paling penting adalah mendoakan mereka dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup mereka kepada kerahiman Allah.

 

Pesan ini disampaikan oleh Vikaris Parokial Katedral Ruteng RP Patrick Dharsam Guru saat menyampaikan homilinya di Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman yang dilangsungkan di TPU Karot, di Wilayah Paroki Katedral Ruteng, Senin pagi, 2 November 2026.  

 

Ratusan umat Katolik mengikuti misa ini yang menjadi kesempatan istimewa untuk mengenang, mendoakan, dan menyerahkan orangtua, pasangan hidup, anak-anak, saudara-saudari, serta anggota keluarga yang telah meninggal dunia ke dalam kerahiman Allah. Sehari sebelumnya, kompleks TPU ini telah dibersihkan secara bergotong-royong oleh anggota keluarga dan umat KBG yang ada di sekitarnya.

 

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD Patrik didampingi RD Charlie Krowa, serta dibantu oleh Frater Sarvin dan Frater Perry. Para anggota Legio Maria dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) turut mengambil bagian dalam misa tersebut sebagai petugas liturgi.

 

Mendoakan Jiwa-Jiwa

 

Dalam homilinya, Romo Patrik mengajak umat untuk memandang kematian bukan semata-mata sebagai kehilangan dan perpisahan, melainkan dalam terang iman akan kebangkitan Kristus. "Kita menangis, tetapi tidak kehilangan harapan. Kita berduka, tetapi tidak menyerah kepada keputusasaan. Kita berpisah untuk sementara, tetapi percaya bahwa dalam Kristus ada kehidupan kekal," kata RD Patrick.

 

Bertolak dari bacaan Kitab Suci, khususnya Injil Yohanes 6:37-40, RD Patrick menegaskan janji Yesus: "Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. "Janji ini menjadi sumber penghiburan dan pengharapan bahwa Allah tidak menghendaki seorang pun hilang, melainkan menghendaki agar setiap orang memperoleh kehidupan kekal.

 

Ia mengingatkan semua umat, bahwa mengenang orang yang telah meninggal tidak cukup hanya dengan membersihkan makam, meletakkan bunga, menyalakan lilin, atau menghadirkan kenangan. Hal yang paling penting adalah mendoakan mereka dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup mereka kepada kerahiman Allah.



Umat membaur bersama anggota WKRI dan Legio Mariae saat megikuti Misa Pengenangan Arwah Orang Beriman yang dilaksanakan di TPU Karot, Senin, 2 November 2026. (Foto: IST)

 

RD Patrick mengajak umat agar tidak hanya mengenang mereka yang telah meninggal, tetapi juga menghargai dan mengasihi orang-orang yang masih hidup. Jangan menunggu seseorang meninggal baru menyadari betapa berharganya kehadirannya. Selagi masih ada kesempatan, setiap orang dipanggil untuk saling mengampuni, memperhatikan, dan mengungkapkan kasih.

 

Pemberkatan Makam

 

Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan makam secara massal oleh RD Patrick dan RD Charlie. Melalui pemberkatan ini, seluruh makam di TPU Karot direciki dengan air suci sebagai tanda iman dan pengharapan akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal.

 

Selanjutnya, masing-masing keluarga membawa air yang telah diberkati untuk memerciki makam anggota keluarga mereka. Momen ini menjadi kesempatan bagi setiap keluarga untuk berdoa secara pribadi, mengenang orang-orang terkasih, dan menyerahkan mereka kepada kasih serta Kerahiman Allah. [J. Carvallo]

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT