
Pengurus baru PPA Lumen Gratiae Paroki Katedral dilantik. RD Jean berharap kesuksesan yang pernah diraih oleh pengurus lama tetap dipertahankan dan kegagalan semasa pengurus lama menjadi bahan refleksi bagi pengurus baru agar tidak terulang Kembali.
Moderator PPA Lumen Gratiae FRD Jean Loustar Jewadut berfoto bersama pengurus dan anggota PPA yang baru seusai Misa Pelantikan di Gereja Katedral Ruteng, 17/2/2026.
KATEDRALRUTENG.ORG
- Selasa, 17 Februari 2026, pukul 16.30 WITA, bertempat di Gereja Paroki
Katedral Ruteng, RD. Jean sebagai moderator PPA Lumen Gratiae melantik pengurus
baru PPA periode 2026/2029. Pelantikan ini disatukan dalam perayaan Ekaristi.
Masa
pengabdian pengurus lama dimulai sejak tahun 2023 dan berakhir pada tahun 2026.
Di bawah pimpinan Akuilina Triastuti Janggur sebagai ketua, Maria Jezza Claire
sebagai wakil, dan Rofina Septriani Nesantri, PPA telah melaksanakan banyak karya
pelayanan, baik pelayanan ke dalam Paroki Katedral maupun pelayanan ke luar
Paroki.
Setiap
Selasa dan Jumat (pukul 15.00-17.00 WITA) dibuat pertemuan rutin anggota PPA.
Dalam pertemuan tersebut, Marsel Masdin selaku pendamping PPA dan RD Jean
menyampaikan sejumlah materi tentang liturgi. Selain dibekali dengan teori,
dalam pertemuan rutin tersebut juga dibuat pelatihan ajudah untuk anggota
junior oleh anggota senior.
Tris
Janggur, mantan ketua PPA periode 2023/2026, menegaskan bahwa program kerja PPA
Lumen Gratiae dapat berjalan dengan baik karena adanya dukungan dari banyak
pihak, seperti Pastor Paroki, Vikaris Parokial, Romo moderator, tim pendamping,
orangtua, dan semua umat Paroki Katedral. Selain dukungan dari berbagai pihak,
persaudaraan, kekompakan, dan kerja sama di antara anggota PPA juga sangat
terpelihara dengan baik.
“Komunikasi
antara pengurus dan anggota PPA cukup baik. Ada sikap saling mendengarkan di antara
pengurus dan anggota. Kami juga terbuka menerima masukan dan bahkan kritikan
dari para Romo dan umat. Kritikan bukan tanda kebencian, melainkan tanda kasih
dan menjadi modal penting untuk membenahi diri dan model pelayanan ke arah yang
lebih baik,” tambah Jezza Claire, mantan wakil PPA periode 2023/2026.
Dalam
kata pengantar misa, RD Jean menyampaikan bahwa regenerasi kepengurusan adalah
suatu hal yang lumrah dalam organisasi, baik organisasi Gereja maupun
organisasi pemerintahan. “Setiap orang punya waktunya. Status sebagai ketua,
wakil, sekretaris, dan bendahara mesti diestafetkan pada generasi berikutnya
agar generasi berikutnya juga dapat belajar berorganisasi untuk mendesain dan
melaksanakan program kerja. Harapannya ialah kesuksesan yang pernah diraih oleh
pengurus lama tetap dipertahankan dan kegagalan semasa pengurus lama menjadi
bahan refleksi bagi pengurus baru agar tidak terulang kembali,” tandas RD.
Jean.
Struktur
kepengurusan baru ialah Beatrix Silviani Anggraini Indasti (ketua), Guidelberto
Laviencen Wakul (wakil 1), Elisabeth Nessie (wakil 2), Karlyn Savira
(sekretaris 1), Yosefa Girlani Ade Mapipan (sekretaris 2), dan Karolina Ratu
Adil (bendahara). Para pengurus ini dipilih oleh anggota PPA.
Marsel
Masdin sebagai tim pendamping menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama
periode 2023/2026 dan selamat bertugas untuk pengurus baru periode 2026/2029. “Tetap
melayani dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati. Jadikan Tuhan sebagai
andalan utama dalam karya pelayanan,” harap Marsel.