RD Osharjo kepada Peserta KPPK: Keluarga Menentukan Wajah Gereja dan Masyarakat

Dalam KPPK gelombang II yang diadakan oleh Seksi Pastoral Keluarga DPP Katedral Ruteng, semua calon pengantin diajak untuk merefleksikan kembali panggilan mulia membangun keluarga Katolik yang sejati di tengah dunia yang penuh tantangan. RD Os, mengajak mereka untuk selalu menampilkan wajah Kristiani dan bersaksi tentang Kasih di tengah dunia.

Suasana saat dilangsungkannya Kursus Persiapan Perkawinan Katolik di Aula Santu Yosep Paroki Katedral Ruteng pada hari pertama Kamis, 23 Juli 2026. (Foto: DOK DPP)

KATEDRALRUTENG.ORGGereja melihat bahwa perkawinan atau pembentukan keluarga Katolik itu perlu disiapkan dengan baik. Sebab keluarga adalah sel terkecil dari gereja, dia menentukan wajah gereja bahkan juga menentukan wajah masyarakat. Kalau keluarga diatur dengan baik, maka wajah gereja dan wajah masyarakat juga akan baik demikian juga sebaliknya. Perkawinan Katolik juga harus disiapkan dengan baik karena perkawinan Katolik itu berlangsung seumur hidup.

 

Penegasan ini disampaikan oleh Administrator Paroki Katedral Ruteng RD Dyonysius Osharjo saat membuka kegiatan KPPK di Aula Santu Yosep kompleks Gereja Katedral Ruteng pada Kamis pagi, 23 Juli 2026. KPPK ini diikuti oleh 81 orang calon pengantin (catin) dan berlangsung selama 2 hari.

 

Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK), RD Os menuturkan, adalah kegiatan penting dalam pembentukan keluarga Katolik atau dalam perkawinan Katolik. Karena penting, maka diatur dalam Kitab Hukum Kanonik dalam Kanon 1063. Kanon ini berisi tentang kewajiban gereja untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada umat Kristiani yang menjalani hidup perkawinan. “Karena penting, maka bersifat wajib artinya harus diikuti oleh semua orang yang mau menikah dalam Gereja Katolik,” ujar imam yang juga menjabat Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng ini.



Administrator Paroki Katedral Ruteng RD Dyonysius Osharjo disapa Romo Os saat sedang menyampaikan materinya kepada peserta KPPK di Aula Santu Yosep Paroki Katedral Ruteng, Jumat, 24 Juli 2026. (Foto: DOK DPP)

 

Ia menambahkan, sama seperti hidup imamat dan hidup religius yang berlangsung seumur hidup dan karena itu harus dipersiapkan bertahun-tahun, demikian juga hidup berkeluarga harus disiapkan secara baik.

 

Salah satu persiapan kita adalah melalui KPPK seperti ini. Disamping dipersiapkan dengan baik, perkawinan Katolik itu diatur dengan jelas dalam hukum perkawinan Katolik. Hukum perkawinan menciptakan kepastian dan kestabilan dalam perkawinan karena tidak adanya perceraian dan sifatnya yang monogami. Kestabilan dan kepastian seperti itu diperlukan dalam perkawinan agar hidup perkawinan bisa berjalan dengan baik, bisa berkembang semakin baik dan juga bisa menghindari masalah dan kerusakan dalam hidup perkawinan,” kata RD Os.

 

Adanya hukum perkawinan, menurut RD Os, bisa menjamin perkawinan itu akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup. “Karena pentingnya KPPK seperti ini, maka saya mengajak para peserta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan ini dari awal sampai akhir. Sebenarnya tidak cukup kegiatan KPPK selama dua hari seperti ini. Tapi kalau kita ikut dengan sungguh semua kegiatan selama dua hari ini, akan membantu para peserta dalam menjalani hidup perkawinan nanti. Selamat mengikuti kegiatan KPPK,” ucapnya mengakhiri sambutan.

 

Kegiatan 2 hari ini menghadirkan sejumlah tutor, antara lain Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng RD Blasius Harmin, Vikaris Parokial Paroki Katedral RD Christian Sonny Igar (Spiritualitas Keluarga, Kuasa Doa dan Firman, dan Pendidikan Anak dalam Keluarga), RD Jean Loustar Jewadut (Kesetaraan Laki-Laki dan perempuan), juga Administrator Paroki Katedral RD Osharjo yang memberikan materi tentang Sakramen dan Liturgi Perkawinan. 

 

Pemateri lain yang juga ikut mendampingi para catin seperti Vikaris Parokial RD Patrick Dharsam Guru (Saya Oke Kamu Oke! dan Komunikasi dalam Keluarga), advokat Erlan Yusran, SH menyajikan perspektif Hukum Perkawinan Sipil, KDRT dan Perlindungan Anak, juga dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kota. Sejumlah pasutri berpengalaman dalam pendampingan keluarga muda juga hadir sebagai tutor. Hari ke-2 kegiatan ini, di akhir acara dilakukan pembagian Sertifikat KPPK.



Para peserta yakni calon pengantin (catin) antusias mengikuti KPPK yang diselenggarakan selama 2 hari di Aula Santu Yosep Paroki Katedral, Kamis, 23-Jumat, 24 Juli 2026. (Foto: DOK DPP)

 

“Peserta antusias mengikuti seluruh materi yang disajikan oleh para tutor selama 2 hari kegiatan KPPK ini. Kami berterima kasih kepada para pemateri atau tutor yang telah mendampingi para calon pengantin yang mengikuti kursus ini dan berharap kiranya mereka lebih siap dalam memasuki bahtera rumah tangga Katolik yang baik dan bertanggung jawab membangun keluarga,” kata Cirilus Deni Bora, Ketua Seksi Pastoral Keluarga.

Senada, Ketua Pelaksana DPP Katedral Simon Manggu kepada media ini menjelaskan, tantangan yang semakin kompleks dalam membangun bahtera rumah tangga dewasa ini menjadi salah satu perhatian DPP dalam melaksanakan KPPK yang selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman (update). “Materi yang disajikan semakin luas lingkupnya, berangkat dari realitas, dan dengan format katekese yang dialogis dan sharing bersama,” ujar Simon, Sabtu pagi, 25 Juli 2026 di kompleks Katedral. [Jimmy Carvallo]

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT