
Perayaan Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman yang jatuh pada 2 November selalu menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk nyekar dan mempersembahkan jiwa-jiwa anggota keluarga mereka melalui Perayaan Ekaristi. Mereka yang telah berpulang ke keabadian dikenang dalam doa-doa, dan kita yang masih berziarah di dunia diingatkan untuk selalu hidup dalam iman : Tuhan adalah awal dan tujuan hidup manusia.
Vikaris Parokial Paroki Katedral Ruteng RD Christian Sonny Igar saat memimpin misa Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di TPU Nekang, Senin pagi, 2 November 2026. (Foto: IST)
KATEDRALRUTENG.ORG – Perayaan Ekaristi
Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di Paroki Katedral Ruteng digelar secara
bersamaan di 5 tempat pemakaman umum (TPU), Senin pagi, 2 November 2026.
Disaksikan media ini, misa khusus untuk mengenang dan mendoakan jiwa-jiwa umat
beriman yang telah meninggal dunia, ini berjalan khidmat dihadiri ribuan umat.
Misa yang dimulai pada pukul 09.00
dilaksanakan serentak di 5 TPU, yakni TPU Nekang dipimpin Vikaris Parokial
Katedral RD Christian Sonny Igar, di TPU Pitak dipimpin Adminstrator Paroki
Katedral yang juga menjabat Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo, di TPU Rowang
misa dipimpin RP Herry, CS, di TPU Waso dipimpin RD Jean Loustar Jewadut, dan di
TPU Karot misa dipimpin oleh RP Dharsam Guru Patrick Josaphat.
Di TPU Nekang, saat menyampaikan homilinya kepada sekitar 250 umat yang mengikuti misa, RD Christian Sonny Igar mengatakan, Gereja memperingati dan mendoakan arwah semua orang beriman karena percaya bahwa kehidupan manusia tidak berakhir dengan kematian.
Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng yang juga Administrator Paroki Katedral Ruteng RD Dyonysius Osharjo ketika memimpin Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman di TPU Pitak, Senin, 2 November 2026. (Foto: IST)
Bacaan-bacaan
Kitab Suci, lanjut RD Sonny, menunjukkan dasar iman akan kebangkitan. Yudas
Makabe mempersembahkan korban dan doa bagi orang-orang yang telah meninggal
karena percaya akan kebangkitan, sementara Santo Paulus menegaskan bahwa
Kristus yang bangkit merupakan yang sulung dari mereka yang dibangkitkan. Dalam
Injil, Yesus menjanjikan kehidupan kekal kepada setiap orang yang percaya
kepada-Nya.
”Sabda Tuhan
ini juga mengajak kita untuk memandang kematian dalam terang wafat dan
kebangkitan Kristus. Kesedihan karena kehilangan orang yang dicintai adalah
sesuatu yang wajar, tetapi orang beriman tidak berhenti pada dukacita. Mereka
dipanggil untuk menaruh harapan pada janji Allah tentang kebangkitan dan
kehidupan kekal,” kata RD Sonny.
Ia juga berpesan, selain mendoakan orang yang telah meninggal, kita diajak untuk menyerahkan segala penyesalan masa lalu kepada belas kasih Tuhan, belajar memperbaiki hubungan dengan sesama, serta tidak menunda kasih, ucapan terima kasih, atau permintaan maaf selama masih ada kesempatan. Peringatan arwah juga menjadi kesempatan untuk merenungkan kehidupan sendiri dan menggunakan waktu yang diberikan Tuhan dengan bijaksana.
Suasana saat Perayaan Ekaristi Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman yang dilaksanakan di TPU Rowang dipimpin oleh RP Herry dari Kongregasi Schalabrinian, Senin, 2 November 2026. (Foto: IST)
”Gereja
mengajarkan pentingnya doa bagi arwah sebagai ungkapan kasih dan iman akan
belas kasih Allah. Doa-doa tersebut tidak hanya ditujukan kepada anggota
keluarga atau sahabat, tetapi juga kepada semua jiwa yang telah meninggal,
termasuk mereka yang tidak lagi memiliki orang yang mendoakan mereka,” ujarnya.
Peringatan
Arwah Semua Orang Beriman, RD Sonny menuturkan, mengajak kita untuk mengenang
dan mendoakan mereka yang telah meninggal dan mempercayakan mereka kepada belas
kasih Allah. Bagi kita yang masih hidup di dunia ini, jalanilah hidup dengan
kasih, pertobatan, dan pengharapan akan kebangkitan bersama Kristus.
Pada misa di 5
kompleks pemakaman tersebut, juga dilaksanakan ritus pemberkatan dan perecikan
semua makam dengan air suci. Umat yang hadir pun menyalakan lilin-lilin dan berdoa
dengan khusyuk untuk jiwa-jiwa anggota keluarga mereka yang dimakamkan di
tempat – tempat di mana Perayaan Ekaristi digelar. [Jimmy Carvallo]