
Sejumlah ibu rumah tangga yang ada di Paroki Katedral Ruteng mengikuti pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga agar bisa bermanfaat bagi masa depan dan tak menjadi beban di TPA. Sampah-sampah organik yang ‘terbuang’ dari dapur rumah kini memberi faedah jangka pendek dan panjang: ekonomis dan ekologis.
Ketua Seksi JPIC DPP Katedral Yoseph Putra Paskalis saat diwawancarai media pada kegiatan Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga di Aula St. Yosep, Sabtu, 25 Juli 2026. (Foto: KATEDRALRUTENG.ORG)
KATEDRALRUTENG.ORG – Puluhan orang dari
berbagai lintas profesi mengikuti kegiatan sehari tentang pengolahan limbah
rumah tangga yang diselenggarakan oleh Seksi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan
Ciptaan (JPIC) DPP Katedral Ruteng, Sabtu, 25 Juli 2026. Acara yang dilaksanakan
di Aula Santu Yosep, ini mengambil tema ‘Ubah Sampah Jadi Berkat: Keluarga
Katolik Pelopor Olah Sampah Rumah Tangga.’
Ketua JPIC DPP Katedral
Ruteng Yoseph Putra Paskalis, dalam mengatakan, pelatihan ini menjadi program reguler Seksi JPIC yang bermula dari keprihatinan atas masalah
sampah di Kota Ruteng, terutama sampah plastik dan sampah lain yang tidak dikelola dengan baik. “Kalau dikelola dengan bagus, sampah bisa menjadi berkat untuk
kita,” kata Yosi, sapaan akrabnya.
Ia mencontohkan, kompos
dan eco-enzim merupakan bukti nyata bagaimana sampah bisa diubah menjadi ‘berkat’
yang membantu manusia dalam mengelola pertanian atau tamanan dan menunjang
kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini, lanjut dia, juga untuk terus menggemakan
ensiklik Laudato Si oleh Paus Fransiskus yang mengajak semua orang merawat ibu bumi.
“Belajar mengelola lingkungan hidup dimulai dari rumah, seperti mengelola sampah dengan baik,” kata pria yang berprofesi advokat ini. Dalam kegiatan ini ada sejumlah perwakilan dari ibu-ibu WKRI, kelompok Legio Mariae, juga dari KBG-KBG. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan menjadi duta kepedulian lingkungan yang asri di komunitas mayarakat tempat mereka tinggal.
Simon Manggu Ketua Pelaksana DPP Katedral Ruteng berfoto dengan latar belakang kegiatan 'Ubah Sampah Jadi Berkat' yang diselenggarakan oleh Seksi JPIC Paroki Katedral yang diikuti puluhan ibu rumah tangga lintas profesi. (Foto: KATEDRALRUTENG.ORG)
Ketua Pelaksana DPP
Katedral Simon Manggu, berbicara dengan media ini mengatakan, kegiatan pengolahan
sampah atau limbah rumah tangga tersebut diharapkan menjadi titik baru bagi
para ibu yang terlibat di dalamnya untuk mengajak umat lainnya bersama-sama
memberdayakan sampah atau limbah rumah tangga agar bermanfaat bagi kehidupan.
“Kegiatan hari ini bagus sekali dan kami mendukung agar ada keberlanjutan di tingkat umat basis melalui implementasi nyata dari teori maupun praktik yang telah mereka dapatkan di sini. Peningkatan iman dan selanjutnya ekonomi keluarga, itu yang mau dicapai, karna sampah menjadi peluang baru yang bisa dimanfaatkan dengan nilai ekonomis bila dikerjakan atau ditekuni," ujar Simon.
Direktur LSM Sejahtera Desaku Yuvens Janggat pamateri tunggal dalam kegiatan Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga yang diadakan oleh Seksi JPIC DPP Katedral di Aula Santu Yosep, Sabtu, 25 Juli 2026. (Foto: KATEDRALRUTENG.ORG)
Yuvensius Janggat, 60
tahun, dari LSM Sejahtera Desaku yang berdiri sejak tahun 2014 menjadi
narasumber dalam kegiatan ini. Ia konsen pada isu-isu lingkungan hidup, pemberdayaan
ekonomi penduduk pedesaan, dan teknologi tepat guna. Beberapa tahun terakhir
lembaga ini menjadi mitra Pemda Kabupaten Manggarai dalam pengeloaan sampah.
“Pemilahan sampah dan tindak lanjut pengolahannya menjadi penting di tengah masalah sampah di sekitar kita. Kami mau menyadarkan umat bahwa pembuat sampah terbesar adalah kita manusia yang dimulai dari rumah tangga. Sampah inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik supaya tidak menjadi beban bagi lingkungan hidup. Rumah menjadi tempat pertama mengolah sampah,” kata Yuvens.
Melalui pelatihan ini,
kata Yuvens, menjadi ajakan untuk semua peserta agar jangan membiarkan sampah organik dibuang ke TPA. Sampah organik bisa diolah di rumah-rumah umat agar memberikan
manfaat atau berkat. “Kami berbagi ilmu bagaimana membuat kompos dan eco-enzim dengan
cara sederhana. Dua ini merupakan sumber material organik yang dihasilkan dari
dapur setiap rumah,” ujar Yuvens. [Jimmy Carvallo]