Vikep Ruteng kepada Umat Paroki Katedral: HUT Ke-106 Momen ‘Bercermin’ tentang Kasih

Umat Paroki Katedral Ruteng, dalam nada syukur dan gembira merayakan HUT ke-106 peziarahan paroki ini. Penyelenggaraan Allah pada kurun 106 tahun dialami sebagai pengalaman dikasihi oleh Allah dan sesama sebagai sebuah paroki yang semakin maju dan terus membentangkan sayap dalam berbagai bidang pelayanan pastoralnya.

Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo, Vikaris Parokial Katedral RD Sonny dan RD Jean dan petugas liturgi berfoto bersama saat misa HUT-106 Paroki Katedral Ruteng, Minggu, 25 Oktober 2026.

KATEDRALRUTENG.ORG – Lebih dari dua ribu umat memadati Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga dan Santu Yosep Katedral Ruteng saat diselenggarakan misa syukur ulang tahun ke-106 paroki tersebut yang dipimpin Vikaris Episkopalis Ruteng yang juga Administrator Paroki Katedral RD Dyonysius Osharjo.

 

Pada misa ini, RD Os, biasanya ia disapa, didampingi 2 imam konselebran yakni Vikaris Parokial RD Jean Loustar Jewadut dan RD Christian Sonny Igar. Dimeriahkan Paduan Suara Assumpta, misa yang dimulai pukul 10.00 ini berlangsung khidmat dan semarak.


Tampak hadir pula Ketua Pelaksana DPP Simon Manggu dan Ketua Pelaksana DKP Vinsen Marung beserta jajaran pengurus DPP-DKP, ketua dan pengurus Wilayah serta KBG, para religius, tokoh-tokoh umat dan tokoh adat, utusan berbagai kelompok kategorial, dan puluhan anggota pengamanan Dalam (PAMDAL). Perayaan syukur ini mengambil tema “Mengasihi Allah dan sesama melalui Karya Pastoral.” 

 

Umat Paroki Katedral Ruteng diajak untuk bersukacita karna selama 106 tahun perjalanan karya pastoral di paroki ini Allah senantiasa memberikan kekuatan dan rahmat persaudaraan melalui penyelenggaraan-Nya yang penuh kasih setia. Sejak terbentuk 106 tahun yang lalu, pengalaman akan Kasih Allah itulah yang terus dihidupi oleh umat bersama semua komunitas yang ada.



Paduan Suara Assumpta saat tampil memeriahkan Perayaan Ekaristi Syukur HUT ke-106 Paroki Katedral Ruteng yang digelar di Gereja Katedral Ruteng, Minggu pagi, 25 Oktober 2026 dipimpin Vikep Ruteng RD Dyonysius Osharjo. (Foto: PANITIA)

 

Melihat Wajah Bersama

 

Mengawali sambutan pembukaannya, RD Osharjo mengajak semua umat berdoa agar kiranya Tuhan terus menerus mencurahkan berkat berlimpah kepada paroki ini, dan kiranya umat di paroki ini semakin mengasihi Allah dan sesama melalui keaktifan dan keterlibatan yang penuh dalam seluruh karya pastoral di paroki ini.

“Kita juga mohon agar Tuhan memberi rahmat dan kekuatan kepada umat di paroki ini untuk menghadapi dan mengatasi pelbagai persoalan hidup di paroki ini. Mari kita mohon ampun karena mungkin selama ini belum maksimal terlibat aktif dalam seluruh karya pastoral paroki. Kita mohon ampun karena kurang memanfaatkan semua karya pastoral di paroki ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada Allah dan sesama dan juga sebagai kesempatan untuk mencari Tuhan dan kekuatan-Nya,” kata RD Os.



Vikaris Parokial Katedral Ruteng RD Jean Loustar Jewadut saat membacakan Injil pada Misa Syukur HUT ke-106 Paroki Katedral Ruteng, Minggu, 25 Oktober 2026 di Gereja Katedral Ruteng. (Foto: PANITIA)

 

Dalam homilinya, RD Os menuturkan, pada momen ulang tahun paroki seperti ini, sangat baik bagi umat satu paroki berhenti sejenak untuk melihat kembali diri kita, melihat kembali wajah kita, melihat kembali paroki kita, keluarga, komunitas dan umat kita. Kita melihat wajah paroki kita melalui pelbagai bentuk pelayanan dan karya pastoral paroki yang ada di paroki kita ini.

 

“Kita melihat wajah keluarga dan komunitas dalam paroki ini melalui pelbagai kegiatan yang dilakukan dalam keluarga dan dalam komunitas-komunitas di paroki kini. Kita mau melihat bersama, apakah wajah paroki kita dalam usianya yang ke-106 ini semakin menarik, semakin baik, semakin maju daripada tahun-tahun sebelumnya. Kita mau melihat apakah wajah keluarga dan komunitas dan wajah umat paroki katedral ini semakin indah dan menarik untuk dilihat,” ujar RD Os.

 

Pertanyaan penting, lanjut dia, sebelum kita melihat wajah paroki kita adalah apa yang menjadi tolok ukur bagi sebuah paroki untuk bisa dikatakan sebuah paroki itu sudah maju, sebuah paroki itu memiliki wajah yang menarik, wajah yang indah dan bisa menjadi teladan bagi paroki lain dalam mengelolah paroki. “Demikian juga untuk komunitas, keluarga dan umat paroki, apa yang menjadi tolak ukur untuk menilai.”



Vikaris Episkopalis (Vikep) Ruteng RD Dyonysius Osharjo saat menyampaikan homili pada Misa Syukur HUT ke-106 Paroki Katedral Ruteng, Minggu, 25 Oktober 2026 pagi pada Misa ke-3 yang dimulai pukul 10.00. ia juga menjabat sebagai Administrator Paroki Katedral. (Foto: PANITIA)


Mengasihi Allah dan Sesama

 

Dipesankan RD Os, pada hari ulang tahun paroki ini, kita ingin menjadikan perintah untuk mengasihi Allah dan sesama menjadi tolak ukur untuk menilai kemajuan paroki, komunitas, keluarga dan umat di paroki Katedral ini.

“Maka kalau mau melihat kemajuan paroki ini, kalau mau melihat wajah paroki ini, kita bisa melihatnya dari bagaimana paroki ini melalui pelbagai program pastoral yang direncakan dan dilaksanakan betul-betul mengekspresikan rasa cinta yang besar kepada Allah dan sesama,” pesannya.

Demikian juga kemajuan dan wajah komunitas, kata RD Os, wajah keluarga dan wajah umat paroki katedral ini apakah sudah maju dan terdepan serta menarik dan bisa menjadi contoh, bisa dilihat dari bagaimana komunitas, keluarga dan umat di paroki katedral ini menanggapi dan melaksanakan perintah Tuhan untuk mengasihi Allah dan sesama itu dalam kehidupan sehari-hari.

Pada momen ini, ia mengajak umat merefleksikan, apakah dalam aktivitas sehari-hari bisa terlihat cara dan bentuk untuk mengeskpresikan cinta kepada Tuhan dan sesama dalam paroki, keluarga, komunitas dan dalam kehidupan pribadi.  


Gereja Katedral Ruteng tampak dari depan. Kini usianya telah mencapai 106 tahun. Ada banyak karya pastoral yang telah mewarnai jejak sejarah ziarah paroki yang kini memiliki lebih dari 12 ribu umat. (Foto: EXCLUSIF)


“Kasih kepada Allah dan sesama, tidak saja menentukan kemajuan sebuah paroki, keluarga dan komunitas tetapi juga bisa menentukan kemunduran bahkan kehancuran sebuah paroki, keluarga, komunitas atau seorang pribadi. Paroki, keluarga dan komunitas serta orang yang tidak mengasihi Allah dan sesama, apalagi memperlakukan Allah dan sesama dengan cara yang tidak wajar, dengan cara yang tidak semestinya, itu bisa menimbulkan kerusakan dan kehancuran dalam hidup paroki, keluarga, komunitas dan hidup pribadi,” tuturnya.

Maka, pada hari ulang tahun paroki ini, RD Os melanjutkan, kita diajak untuk melihat kembali bagaimana sikap dan perlakuan paroki, keluarga, komunitas dan umat paroki kepada sesama selama ini, baik sesama dalam paroki ini dan sesama di sekitar kita.

“Wajah dan kemajuan paroki, keluarga, komunitas dan umat di dalam paroki ini sangat ditentukan juga oleh bagaimana kita mengasihi Allah; Bagaimana kita membiarkan Allah menjadi tuan atas diri dan hidup kita; bagaimana memberikan kepada Allah keleluasaan untuk memimpin dan mengendalikan paroki, keluarga, komunitas dan hidup kita. Bagaimana kita menyembah dan memuliakan Allah dalam hidup kita, dalam paroki, komunitas dan keluarga kita melalui sikap dan tindakan kita mengasihi Allah dan sesama,” tegasnya.


Umat yang duduk di sisi timur Gereja Katedral Ruteng sedang khusyuk mengikuti Misa Syukur HUT ke-106 Paroki Katedral Ruteng yang dipimpin RD Dyonysous Osharjo dan dimeriahkan Paduan Suara Assumpta. Misa ini juga dihadiri 2 konselebran yakni RD Sonny Igar dan RD Jean Loustar. (Foto: PANITIA)


Dalam Semangat Sinodal

Menurut RD Os, kalau pada usia ke-106 ini, umat menemukan wajah paroki, keluarga dan komunitas serta wajah umat di paroki Katedral ini wajah yang indah, menarik karena dalam kehidupan berparoki, berkomunitas, berkeluarga, itu karna semua orang telah memperlihatkan sikap yang sungguh-sungguh mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi serta mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri,

"Itu semua yang terlihat dalam pelbagai karya pastoral dan pelayanan yang kita jalankan secara bersama dalam semangat sinodal di paroki ini," tuturnya.

“Kita juga bersyukur dan bersukacita kalau pada usia ke-106 ini terjadi pertobatan besar-besaran di dalam paroki, komunitas, keluarga dan umat paroki ini, dari sikap hidup yang jauh dari sikap kasih kepada Allah dan sesama kepada sikap hidup yang benar-benar mengasihi Allah dan sesama,” tambahnya.

Kalau itu terjadi, lanjut dia, maka pantaslah umat bersukacita dan bergembira pada hari ulang tahun ke-106 paroki katedral ini dan pantas pula untuk mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-106 paroki tercinta itu: paroki Sta, Maria Diangkat ke Surga dan St. Yosef Katedral Ruteng, sebab paroki ini telah menjadi paroki yang maju, paroki dengan wajah yang indah, dan menarik untuk dipandang karena telah mengasihi Allah dan mengasihi sesama. [Jimmy Carvallo]

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT