Vikjen Keuskupan Ruteng: Doa Rosario Saluran Rahmat Allah yang Tak Pernah Mengering

Lebih dari seribu umat menghadiri Perayaan Ekaristi Maria Ratu Rosario di Gereja Santa Maria Assumpta dan Santu Yosep – Katedral Ruteng. Dimeriahkan oleh Paduan Suara Assumpta, Vikjen keuskupan Ruteng, RP Sebastian mengajak umat membangun solidaritas nyata untuk penyintas gempa bumi.

Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD saat memimpin Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Katedral Ruteng, Rabu sore, 7 Oktober 2026. (Foto: KATEDRALRUTENG.ORG)

KATEDRALRUTENG.ORG – Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD memimpin misa meriah Perayaan Maria Ratu Rosario yang dihadiri lebih dari seribu umat di Gereja Katedral Ruteng, Rabu sore, 7 Oktober 2026. RP Sebastian didampingi oleh Vikaris Parokial RD Jean Loustar Jewadut.

 

Misa ini dihadiri jajaran Pengurus Harian DPP dan DKP, para Ketua Wilayah dan pengurus KBG, para religius dari berbagai kongregasi yang berkarya di Paroki Katedral Ruteng, tokoh umat, pengurus dan anggota kelompok kerasulan rohani, serta utusan kelompok-kelompok kategorial dan umat. Misa berjalan khidmat dan lancar.


Paduan Suara Assumpta saat tampil membawakan koor pada Misa Peringatan Maria Ratu Rosario yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Ruteng dan konselebran RD Jean Loustar di Gereja Katedral Ruteng, Rabu sore, 7 Oktober 2026. (Foto: KATEDRALRUTENG.ORG)

 

Saat menyampaikan homilinya, RP Sebastian mengatakan, Perayaan Maria Ratu Rosario yang dirayakan pada kesempatan tersebut dapat dimaknai bersama melalui 3 pesan pastoral, yakni ajakan menghargai kelanjutan hidup Kristiani dengan Ekaristi dan doa pada umumnya, sebab doa yang sejati bukan pertama-tama tentang apa yang kita minta, tetapi tentang kepada Siapa kita menyerahkan hidup.

 

“Berusahalah meniru ibu Tuhan yang telah tahu kepada siapa dia menyerahkan hidupnya. Kepada malaikat utusan Allah, Maria berucap Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu (Lukas 1:38),” ujarnya.

 

RP Sebastian juga mengajak umat Kristiani terus menghargai doa Rosario khususnya, yang telah dipelihara sejak berabad-abad. Doa Rosario adalah saluran Rahmat Allah yang tak pernah mengering. “Mungkin tidak ada kebaktian yang begitu erat hubungannya dengan manusia seperti Doa Rosario, doa harian orang-orang kecil, sederhana, dan rendah hati.”



Jajaran pengurus DPP dan DKP Katedral Ruteng berfoto bersama dengan anggota Paduan Suara Assumpta setelah mengikuti Misa Peringatan Maria Ratu Rosario di Gereja Katedral Ruteng, Rabu, 7 Oktober 2026. (Foto: PS ASSUMPTA)

 

Ditambahkannya, Doa Rosario adalah kebijaksanaan alkitabiah yang tidak akan sirna, dan sekaligus sebagai titik pertemuan antara tradisi iman kita dengan realitas sosial budaya. “Hemat saya, Doa Rosario adalah doa yang sangat bersaudara dan sangat misioner, karena menghubungkan kita dengan semua manusia. Festival Batin,” kata RP Sebastian.

 

Ia juga mengajak semua umat, seperti Maria, belajar untuk solider dengan semua yang menderita, yang berkekurangan terutama saudari-saudara yang terdampak bencana gempa di wilayah pantura di Keuskupan Ruteng yang dapat disalurkan melalui Caritas Keuskupan Ruteng. Dengan membangun aksi nyata kemanusaan seperti ini, lanjut RP Sebastian, kita dapat saling menyembuhkan dan menyelamatkan. [Jimmy Carvallo]

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT