
Vikjen Keusksupan Ruteng melaunching Tahun Sinodal 2026 tingkat Paroki Katedral Ruteng. Ia berpesan tentang pentingnya perjumpaan dan Berziarah Bersama dalam Pengharapan dengan sesama. Umat Paroki Katedral diajak juga untuk menghayati perutusan di tengah dunia dengan penuh ketekunan.
Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD dan Pastor Paroki Katedral RD Andi Latu Batara bersama jajaran DPP-DKP berfoto bersama seusai launching Tahun Sinodal 2026 di Gereja Katedral Ruteng, Minggu 1 Februari 2026 pagi.
KATEDRALRUTENG.ORG – Vikaris Jenderal
(Vikjen) Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD melaunching Tahun Sinodal
2026 Keuskupan Ruteng tingkat Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga dan Santu
Yosef Katedral Ruteng di Gereja Katedral Ruteng, Minggu, 1 Februari 2026. Mendampingi
RP Sebastian, Pastor Paroki Katedral RD Antonius Ryanto Latu Batara.
Misa berlangsung meriah
diiringi koor Paduan Suara Maria Assumpta. Hadir jajaran pengurus DPP dan DKP, di
antaranya Ketua Pelaksana DPP Simon Manggu, Ketua Pelaksana DKP Vinsensius
Marung, para Ketua Rumpun, Ketua Seksi, Koordinator Wilayah, Pengurus KBG, para
religius, tokoh umat dan tokoh adat, kelompok-kelompok kategorial dan sekitar 1500
umat yag memadati Gereja.
Acara launching ditandai dengan pemukulan gong oleh RP Sebastian didampingi RD Andi Latu Batara dan jajaran pengurus DPP-DKP, perwakilan Koordinator Wilayah dan Ketua KBG, organisasi rohani dan kelompok kategorial.
Paduan Suara Maria Assumpta saat tampil memeriahkan Misa Launching Tahun Sinodal 2026 di Gereja Katedral Ruteng, Minggu, 1 Februari 2026 pagi yang dipimpin Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD didampingi Pastor Paroki Katedral RD Andi Latu Batara. (Foto: SEKERTARIAT PKR)
Dalam pesan homilinya,
RP Sebastian mengatakan dunia mempunyai banyak ruang dan kesempatan yang
menawarkan kebahagiaan, seperti kehebatan, kuasa, uang, materi, kesenangan
duniawi dan lainnya. “Tetapi apakah itu semua bertahan? Bacaan suci hari minggu
ini memperlihatkan siapa sesungguhnya orang yang bahagia itu dalam konteks Gereja
kita. Kita bahagia karena meskipun tidak hebat, tak berarti atau kecil tapi
Allah memilih kita jadi umatnya, jadi anggota Gereja,” ucapnya.
RP Sebastian
menambahkan, kebahagiaan justru ditemukan ketika kita mencari Tuhan dengan
rendah hati, ketika percaya pada penyelenggaraan Allah, ketika jadi orang lemah
lembut, mencintai kebenaran dan melakukannya, ketika jadi pendamai, ketika
memperjuangkan keadilan, ketika memelihara kejujuran iman akan Kristus.
“Jalan-jalan itulah yang harus kita lalui bersama, sehingga sinode kita atau ziarah bersama kita memiliki daya transformasi yang besar,” ujarnya.
Umat Paroki Katedral Ruteng memadati Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga dan Santu Yosep Katedral Ruteng mengikuti Misa Launching Tahun Sinodal 2026, Minggu, 1 Februari 2026 pagi. (Foto: SEKRETARIAT PKR)
Saat menyampaikan
sambutannya, RP Sebastian mengatakan, semua umat Paroki Katedral harus memberi
makna pada peristiwa launching Sinode sebagai perjumpaan dengan Tuhan sehingga
semua umat selalu menyertakan Tuhan dalam perjalan hidup bersama. Sinode juga
merupakan perjumpaan dengan sesama manusia kapan dan di mana saja dalam
perjalanan atau ziarah paroki Katedral.
“Sinode IV adalah juga
perutusan yang Tuhan percayakan kepada kita semua dengan tugas-tugas kita,
tanggung-jawab yang diberikan kepada kita semua, dalam ziarah bersama dari
komunitas basis hingga ke paroki kita ini,” kata RP Sebastian.