Vinsen Marung Jadi Narasumber Praktik DKP di Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng

Di hadapan ratusan peserta Sidang Sinode IV Sesi IV yang membahas Tata Kelola dan Pelayan Pastoral, Ketua Pelaksana DKP Katedral Ruteng Vinsen Marung mensharingkan tentang kisah pelayanannya di paroki 'Mbaru Gendang' yang selalu memegang teguh prinsip kejujuran dan pengawasan. Ia tak ingin, karna ulah satu-dua orang, citra Paroki Katedral terganggu.

Ketua Pelaksana DKP Katedral Ruteng Vinsen Marung saat menghadiri Sinode IV Sesi IV Keuskupan Ruteng di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: KOMSOS)

KATEDRALRUTENG.ORGKetua Pelaksana Dewan Keuangan Paroki (DKP) Katedral Ruteng Vinsen Marung menjadi salah satu narasumber dalam sesi Praktik Baik Tata Kelola Pastoral dalam bidang pelayanan DKP pada hari ke-2 Sidang Sinode IV Sesi IV Keuskupan Ruteng di Rumah Retret Maria Bunda Karmel, Wae Lengkas, Ruteng, Rabu, 5 Agustus 2026. Acara ini dimoderatori RD Earlich Hearbert.

 

Selain Vinsen, ada pula 4 narasumber lain, dua di antaranya Ketua Yayasan Santu Paulus (Unika Santu Paulus Ruteng) RD Ledobaldus Roling Mujur dan Direktur Lembaga Caritas Keuskupan Ruteng RD Benediktus Gaguk. Sesi Praktik Baik Tata Kelola Pastoral dalam Sidang Sinode IV menghadirkan sosok – sosok dengan rekam jejak membanggakan dalam soal prinsip, karya pelayanan, totalitas pengabdian, leadership, dan kisah-kisah inspiratif yang menggugah hati.

 

Pada kesempatan itu, di hadapan ratusan peserta Sidang Sinode, yakni Uskup Ruteng, Dewan Kuria Keuskupan, para Pastor Paroki, Vikaris Parokial, Pengurus Harian DPP-DKP dari 61 paroki yang ada di keuskupan Ruteng, dan pimpinan kongregasi, Vinsen mesharingkan pengalamannya berada di 2 periode menjalankan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya oleh umat Paroki Katedral Ruteng sebagai Ketua Pelaksana Dewan Keuangan (DKP).


Vinsen Marung saat tampil menjadi salah satu narasumber dalam sesi Sharing Praktik Baik Tata Kelola Pastoral di Sidang Sinode IV Sesi IV Keuskupan Ruteng yang dilaksanakan di Aula Santu Yohanes Salib Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, (Foto: KOMSOS)

 

“Ketika ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana Dewan Keuangan Paroki Katedral saya sempat merasa tidak pantas. Tidak layak. Namun, hati saya berkata, ini bentuk kepercayaan, juga rahmat Tuhan yang mesti saya terima sebagai bentuk pengabdian diri untuk Gereja. Saat ini saldo keuangan Paroki Katedral sudah dua miliar lebih. Saya merasakan semua bentuk kerja sama sinergis yang selama ini terbentuk, dari pastor-pastor paroki sebelumnya sampai saat ini bersama Romo Administrator Paroki Katedral. Semuanya berjalan lancar dan dalam semangat sinodal,” kata Vinsen.

 

Dalam empat tahun terakhir, lanjut dia, ada banyak pekerjaan fisik berkaitan peningkatan sarana-prasarana, seperti pengecatan atap dan seluruh dinding Gereja (interior dan eksterior), pemasangan plafon aula Assumpta, perbaikan area parkir kendaraan dan lainnya yang dilakukan dengan sukses dan berkat dukungan banyak pihak, termasuk umat yang berpartisipasi melalui gerakan syukur seribu sehari (Gesshar).



Ketua Pelaksana DPP Katedral Ruteng Simon Manggu (kiri) dan Ketua Pelaksana DKP Vinsen Marung saat sedang bersantai di taman pada sesi rehat Sidang Sinode IV Sesi IV Keuskupan Ruteng di Rumah Retret Wae Lengkas, Ruteng, Rabu siang, 5 Agustus 2026. (Foto: KOMSOS)

 

“Penampilan Gereja Katedral, termasuk aula Assumpta dan area yang ada di sekelilingnya menjadi ‘wajah’ sebuah paroki sulung. Katedral sebagai sebuah gereja utama dalam keuskupan Ruteng. Kita kenal kata cathedra yang merujuk pada ‘kursi’ atau ‘tahta’ Bapak Uskup. Sehingga, dalam segala sesuatu, termasuk manajemen keuangan sesuai Statuta DPP-DKP, kami selalu bekerja dengan berkomitmen mengedepankan asas transparansi, akuntabilitas, dan profesional,” ujar Vinsen.

 

Ia menambahkan, dirinya berusaha untuk selalu membangun sikap disiplin, kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas agar memberikan ‘jalan’ tanpa nasihat kepada semua tim kerja DKP termasuk para pagawai paroki, dan pengurus Gereja. “Instrumen-instrumen yang menjadi standar pengelolaan keuangan paroki harus dilakukan dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam Statuta. Kuncinya ada di kejujuran. Kedua, ada di pengawasan secara serius,” ucap Vinsen.

 

Vinsen menambahkan, berbagai bentuk pemberian umat, seperti Gesshar, kolekte, dan lainnya sebagai wujud syukur dan doa mesti dijaga dengan integritas manajemen keuangan yang baik. “Kita tidak mau ada kejadian-kejadian karna ulah satu-dua orang yang bisa merusak citra Gereja. Kami di DKP membangun strategi yang dianggap paling jitu dan baik untuk mendukung Katedral sebagai paroki yang sukses dalam semua program pastoral yang ada,” ungkapnya.



Ketua Pelaksana DPP Katedral Ruteng Simon Manggu ketika menghadiri Sidang Sinode IV Sesi IV Keuskupan Ruteng yang membahas tentang Tata Kelola dan Pelayan Pastoral di Rumah Retret Maria Bunda Karmel, Wae Lengkas, Ruteng. (Foto: KOMSOS)

 

Sementara, Ketua Pelaksana DPP Katedral Simon Manggu, ditemui media ini di Wae Lengkas mengatakan, ada banyak program pastoral yang ada di Paroki Katedral berjalan baik dan lancar berkat kerja sama yang sinergis dengan DKP. Sosok Vinsen Marung, menurut Simon, merupakan figur yang komunikatif, telaten, kalem, dan pengabdiannya di DKP patut diapresiasi.

“Pak Vinsen menguasai betul postur keuangan Paroki Katedral dan pendekatannya kepada semua orang, termasuk DPP, kami rasakan memberikan banyak hal menarik. Salah satunya melalui diskusi-diskusi bersama, saling bertukar pikiran. Dia menghormati tupoksi masing-masing orang dalam stuktur besar DPP-DKP, pegawai paroki, termasuk tentu dalam kerja sama konsultatif dengan Pastor Paroki atau sekarang Administrator Paroki sebagai ‘Ketua Umum’ sebagaimana dalam Statuta. Kami senang Pak Vinsen dipilih menjadi narasumber di acara ini,” kata Simon. [Jimmy Carvallo]

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT